Eks Ajudan Terakhir Soekarno Terima Pangkat Kehormatan dari Presiden Prabowo

Nusantara, Pemerintahan1102 Dilihat
banner

CIBINONG, jejakdigitalindonesia.co.id – Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat kehormatan Republik Indonesia kepada Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto dalam upacara peringatan Hari ke-80 Bhayangkara yang berlangsung di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Penyematan pangkat dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo di hadapan jajaran pejabat negara, pimpinan Polri, serta ribuan peserta upacara.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian panjang Sidarto kepada negara, baik selama berkarier di Kepolisian Republik Indonesia maupun setelah mengemban berbagai amanah di lembaga negara.

Nama Sidarto Danusubroto tercatat dalam sejarah nasional sebagai ajudan terakhir Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Ia mulai mendampingi Bung Karno pada 6 Februari 1967, menggantikan Komisaris Besar Polisi Sumirat, di tengah masa transisi politik setelah terbitnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

Selama menjalankan tugas tersebut, Sidarto tetap mendampingi Soekarno hingga menjelang wafatnya sang Proklamator.

Perannya menjadi bagian penting dari catatan sejarah Indonesia pada periode yang penuh dinamika menjelang berakhirnya pemerintahan Presiden pertama RI.

Lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 Juni 1936, Sidarto mengawali karier kepolisian setelah menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1955.

Ia kemudian memperdalam ilmu kepolisian di Amerika Serikat pada 1964 hingga 1965. Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya dipercaya menjalankan tugas sebagai ajudan Presiden Soekarno.

Dalam perjalanan kariernya, Sidarto juga sempat menghadapi ujian. Ia pernah menjalani pemeriksaan terkait dugaan keterlibatan dalam rencana membawa Presiden Soekarno keluar dari Wisma Yaso saat masa penahanan rumah.

Meski demikian, proses tersebut tidak menghentikan pengabdiannya di institusi kepolisian.

Karier Sidarto terus berkembang dengan menduduki sejumlah jabatan strategis di Polri. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Tangerang, Kepala Dinas Penerangan Polri, Kepala Interpol Indonesia, Kapolda Sumatera Bagian Selatan, hingga Kapolda Jawa Barat.

Usai memasuki masa purnatugas, Sidarto tetap aktif mengabdi melalui jalur politik. Ia terpilih sebagai anggota DPR/MPR dari PDI Perjuangan selama tiga periode sejak 1999.

Pada 2013, Sidarto dipercaya menjabat Ketua MPR menggantikan Taufiq Kiemas yang wafat saat masih menjabat.

Selanjutnya, ia juga menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Dalam peringatan Hari ke-80 Bhayangkara, Presiden Prabowo tidak hanya memberikan pangkat kehormatan kepada Sidarto Danusubroto.

Penghargaan serupa juga dianugerahkan kepada Irjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruki, yang dikenal sebagai mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Brigjen Pol (Purn) Taufiq Effendi, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

Penganugerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari ke-80 Bhayangkara sebagai bentuk penghormatan negara kepada para purnawirawan Polri yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan institusi kepolisian, pemerintahan, dan pembangunan nasional melalui pengabdian mereka di berbagai bidang.

(Mayasari) | Editor: Fauzy Rasidi