TANGERANG, jejakdigitalindonesia.co.id – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, hingga Kamis (2/7/2026) masih belum berhasil dipadamkan.
Pemerintah Kabupaten Tangerang pun meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang untuk memperkuat upaya penanganan di lokasi.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang agar mengerahkan tambahan armada mobil pemadam kebakaran beserta personelnya.
“Kami sudah coba hubungi Pemerintah Kota Tangerang supaya bisa membantu armada mobil damkarnya,” ujar Maesyal.
Menurutnya, tambahan armada dibutuhkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus melakukan pembasahan pada area timbunan sampah yang belum terbakar guna mencegah api meluas.
”Kami meminta bantuan armada kebakaran dari Kota Tangerang untuk membantu menjaga agar timbunan sampah yang belum terbakar tetap dibasahi, di samping memadamkan titik-titik api yang masih menyala,” katanya.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Andia Rahman mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit submersible pump, satu armada water supply, serta 15 personel pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran.
Menurut Andia, hasil asesmen di lapangan menunjukkan kendala utama dalam proses pemadaman adalah jauhnya sumber air dan terganggunya pasokan air menuju lokasi.
“Sesuai hasil asesmen, kendalanya sumber air yang jauh dan suplai yang terputus. Karena itu kami mengambil posisi untuk membantu suplai air agar proses pemadaman tidak terkendala,” ujar Andia.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa (30/6/2026) dan memasuki hari ketiga.
Hingga kini, api masih sulit dipadamkan karena dipicu embusan angin yang cukup kencang, titik api berada di dalam timbunan sampah yang sulit dijangkau, serta keterbatasan pasokan air di lokasi kejadian.
Petugas gabungan masih terus berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke area lain di sekitar TPA.
Reporter: Rangga | Editor: Fauzy Rasidi








