‎Prabowo Ungkap 29 Program untuk Hapus Kemiskinan Ekstrem, Sasar Masyarakat Desil 1-4

Pemerintahan2371 Dilihat
banner

‎JAKARTA, jejakdigitalindonesia.co.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Pemerintah menyiapkan 29 program kesejahteraan yang ditujukan bagi masyarakat miskin hingga kelompok rentan miskin, khususnya masyarakat dalam kelompok desil 1 sampai desil 4.

‎Komitmen tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

‎Presiden menjelaskan, berbagai program tersebut dirancang sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaannya dibagi dalam tiga kelompok besar, yakni program penghapusan kemiskinan atau 0 persen kemiskinan, program universal, dan program afirmatif.

‎Salah satu program yang menjadi andalan pemerintah adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang saat ini menjangkau sekitar 10 juta keluarga dari kelompok desil 1 hingga desil 4.

‎Pemerintah juga menjalankan program sekolah rakyat bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin.

Melalui program tersebut, setiap siswa mendapatkan dukungan pembiayaan yang disebut mencapai Rp4 juta per bulan.

‎Di sektor pendidikan tinggi, pemerintah memberikan dukungan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) Kuliah yang telah menjangkau sekitar 1,2 juta mahasiswa.

Bantuan tersebut berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayarkan langsung kepada perguruan tinggi serta bantuan biaya hidup antara Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan.

‎Sementara itu, Program Indonesia Pintar (PIP) juga diberikan kepada sekitar 22,1 juta siswa yang berasal dari keluarga kelompok desil 1 hingga desil 4.

‎”Keberpihakan kita kepada orang miskin luar biasa,” ujar Prabowo.

Tak hanya pendidikan, pemerintah juga memperluas perlindungan sosial di bidang kesehatan.

Prabowo menyebut sekitar 96,8 juta masyarakat telah mendapatkan bantuan iuran melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

‎Menurutnya, jumlah penerima tersebut menjadi gambaran besarnya peran negara dalam memastikan masyarakat kurang mampu tetap memperoleh akses layanan kesehatan.

‎”Nyaris 100 juta. Kita beri jaminan,” tegas Prabowo.

Di bidang kebutuhan dasar, pemerintah juga tetap memberikan berbagai bentuk subsidi dan bantuan.

Di antaranya subsidi LPG, subsidi dan kompensasi solar, kompensasi Pertalite, subsidi listrik, potongan tarif perjalanan kereta api dan angkutan laut, serta bantuan pangan.

‎Untuk program bantuan pangan, pemerintah menyalurkan paket yang terdiri atas 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng selama tiga bulan kepada sekitar 33,24 juta keluarga yang berada dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.

‎Prabowo optimistis berbagai kebijakan tersebut mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan daya saing nasional.

“We are strong, we are rich, and we will be richer. Kita akan lebih kaya karena kita tidak mau lagi menjadi bangsa yang terlalu naif,” kata Prabowo.

Secara keseluruhan, 29 program yang dipaparkan Presiden terbagi dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama merupakan program 0 persen kemiskinan yang mencakup 18 program, antara lain PKH, sekolah rakyat, PIP Kuliah, PIP, kartu sembako, Bansos ATENSI, PBI JKN, bantuan pemberdayaan, BSPS, FLPP, bantuan bencana, berbagai subsidi energi, diskon transportasi, serta bantuan pangan.

‎Kelompok kedua merupakan program universal yang meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

‎Sementara kelompok ketiga berupa program afirmatif yang terdiri atas sembilan program, yakni magang bagi lulusan S1, Sekolah Unggul Garuda, beasiswa LPDP, Beasiswa S1 Garuda, Beasiswa S1 Universitas Pertahanan, beasiswa Sekolah Taruna Nusantara, subsidi pupuk, subsidi bunga KUR, serta sertifikasi halal gratis.

‎Presiden menegaskan seluruh program tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

‎Pemerintah berharap berbagai intervensi tersebut dapat memberikan perlindungan bagi kelompok masyarakat paling rentan, membuka akses pendidikan dan kesehatan yang lebih luas, serta mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Reporter: Ilham | Editor: Fauzy Rasidi