JAKARTA, jejakdigitalindonesia.co.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan jangka panjang nasional.
Hal tersebut disampaikan saat berdiskusi bersama rektor dan civitas akademika Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terkait sinkronisasi perencanaan pembangunan nasional dan transformasi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul.
“Pembangunan nasional tidak hanya ditopang oleh teknologi dan inovasi, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan menjadi fondasi pembangunan jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, proses mendidik manusia merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya bisa dirasakan hingga ratusan tahun ke depan. Oleh karena itu, peran pendidikan guru menjadi sangat krusial dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Ia menekankan bahwa penguatan kualitas tenaga pendidik merupakan kunci utama dalam pembangunan SDM. Dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, guru dinilai sebagai faktor penentu keberhasilan, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan guru.
Dalam kesempatan tersebut, Universitas Negeri Surabaya dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak SDM unggul, khususnya di bidang pendidikan.
“UNESA merupakan kompas lahirnya SDM unggul, yang berperan dalam mencetak guru-guru berkualitas sekaligus menggerakkan inovasi untuk negeri,” kata Rachmat.
Sejalan dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pendidikan tinggi diarahkan untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas secara merata, memperkuat penguasaan sains dan teknologi, serta meningkatkan daya saing lulusan.
Ke depan, UNESA diharapkan tidak hanya menjadi penghasil pengetahuan (knowledge producer), tetapi juga berperan sebagai jembatan antara kebijakan dan praktik pendidikan (knowledge bridge), serta pelaksana inovasi berbasis bukti (knowledge implementer).
“UNESA diharapkan menjadi pusat rujukan nasional dalam kebijakan dan praktik pendidikan melalui pengembangan model inovasi yang adaptif dan dapat direplikasi secara luas, guna mendukung pembangunan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
(Fauzy)
Editor: Martawijaya








