Perkuat Ketahanan Digital, IKADO dan UMSU Hadirkan Pakar Siber dari AS

Daerah, Pendidikan987 Dilihat
banner

SURABAYA, jejakdigitalindonesia.co.id – Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya, bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Konsulat Amerika Serikat di Medan, dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, menyelenggarakan kuliah tamu internasional (International Guest Lecture) bertajuk “Critical Infrastructure Security and Resilience for Regional Stability.”

Acara ini menjadi wadah strategis untuk membahas isu-isu mutakhir dalam bidang keamanan siber yang semakin relevan di tengah meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur digital dan fisik, baik di tingkat nasional maupun regional.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini digelar secara serentak di Auditorium IKADO Surabaya dan UMSU, serta mendapat sambutan antusias dari peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, pelajar SMA/SMK, profesional, hingga pelaku industri. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap tantangan keamanan digital serta pentingnya edukasi publik dalam menciptakan ekosistem siber yang tangguh.

Acara ini menghadirkan Dr. Paulus Wahjudi, profesor di Marshall University dan Academic Co-Lead di Institute for Cyber Security, Amerika Serikat. Sebagai pakar yang telah lama berkecimpung di bidang keamanan siber dan teknologi informasi, Dr. Wahjudi menyampaikan pemaparan komprehensif mengenai konsep dan praktik terbaik dalam membangun ketahanan infrastruktur kritis, baik dari sisi teknis, kebijakan, maupun sumber daya manusia.

Dalam presentasinya, Dr. Wahjudi menyoroti bahwa infrastruktur vital seperti sistem energi, air bersih, layanan kesehatan, dan transportasi kini menjadi target utama serangan siber. Ia menjelaskan bahwa ketergantungan tinggi terhadap sistem digital yang saling terhubung menjadikan berbagai sektor semakin rentan, sehingga diperlukan pendekatan keamanan yang lebih adaptif dan holistik.

Salah satu pendekatan penting yang ia tekankan adalah implementasi arsitektur Zero Trust, sebuah paradigma baru yang menolak asumsi kepercayaan otomatis terhadap perangkat atau pengguna dalam jaringan, serta menuntut verifikasi ketat di setiap titik akses.

Acara ini juga dihadiri oleh Ibu Genevieve Judson-Jourdain dan Bapak Puguh Budi Susetiyo sebagai perwakilan resmi dari Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. Keduanya menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap terselenggaranya forum ilmiah ini. Dalam sambutannya, Ibu Genevieve Judson-Jourdain menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan siber global, serta perlunya peningkatan kapasitas generasi muda agar mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan digital di era transformasi teknologi.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat, dari pelajar hingga profesional, menunjukkan bahwa isu keamanan infrastruktur tidak lagi menjadi ranah eksklusif teknisi atau pemerintah semata, melainkan merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi, lembaga pemerintahan asing, dan sektor industri menjadi model sinergi yang perlu diperluas dalam menjawab tantangan siber masa kini.

Melalui kegiatan ini, IKADO Surabaya dan UMSU menunjukkan komitmen nyata dalam membangun literasi keamanan digital yang kuat, serta memperluas jejaring akademik internasional demi terciptanya ekosistem pendidikan yang responsif terhadap perkembangan teknologi global.