Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan Rp5 Triliun Sabu, Pemerintah Apresiasi Aksi Tegas

banner

BATAM, jejakdigitalindonesia.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, TNI Angkatan Laut, dan Polri dalam menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di perairan Kepulauan Riau.

Konferensi pers pengungkapan kasus ini digelar pada Senin (26/5) di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam. Acara ini dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga yang tergabung dalam Desk Koordinasi Pemberantasan Narkoba, antara lain Kemenko Polhukam, BNN, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, TNI, Polri, Kejaksaan, BIN, dan PPATK. Hadir pula unsur Forkopimda Kepri, anggota DPR RI, dan perwakilan negara sahabat.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Kemenko Polhukam, Letjen TNI Mochammad Hasan, Menko Polhukam menegaskan bahwa pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas satu institusi. Ini adalah upaya kolektif yang melibatkan pemerintah, aparat keamanan, media, lembaga pendidikan, tokoh agama, masyarakat, dan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Pada Rabu (21/5), tim gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika yang dibawa oleh kapal asing berbendera MT Sea Dragon Tarawa. Kapal tersebut mengangkut 40 dus besar berisi sabu-sabu, dengan estimasi total hampir 2 ton. Dalam operasi ini, enam orang Anak Buah Kapal (ABK) diamankan—dua di antaranya merupakan warga negara Thailand dan empat warga negara Indonesia.

Menko Polhukam menyebut keberhasilan ini sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam perang melawan narkoba.

“Ini adalah langkah nyata dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba yang telah merusak kehidupan bangsa,” tegasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan bernilai sekitar Rp5 triliun. Operasi ini diperkirakan telah menyelamatkan antara 10 hingga 20 juta orang dari potensi penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba merupakan ancaman serius terhadap stabilitas sosial, ekonomi, bahkan keamanan negara. Oleh karena itu, sinergi nasional sangat diperlukan untuk memerangi peredarannya,” tambahnya.

Menko Polhukam menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari implementasi langsung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menjamin ketahanan sosial dan perlindungan terhadap generasi penerus bangsa.

“Setiap butir narkoba yang dimusnahkan adalah satu langkah menuju masa depan Indonesia yang lebih aman. Ini bukan sekadar penegakan hukum, tapi misi kemanusiaan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Menko Polhukam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan, pelaporan, dan edukasi.

“Mari kita perkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum. Bersama, kita bisa menciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba dan bebas dari ancaman yang merusak bangsa ini,” pungkasnya.

 

 

 

Kontributor : Ade