Mobil Program Makan Bergizi Gratis Tabrak Siswa di SDN Kalibaru, 21 Orang Luka

Peristiwa2274 Dilihat
banner

JAKARTA, jejakdigitalindonesia.co.id – Sebuah mobil boks tiba-tiba menerobos masuk ke area SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, dan menabrak sejumlah siswa yang sedang berkumpul di lapangan sekolah pada Kamis pagi (11/12) sekitar pukul 06.39 WIB.

Kendaraan bernomor polisi B 2093 UIU tersebut merupakan armada program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SSPG) RW 03 Kalibaru yang saat itu tengah bertugas mengantarkan makanan ke sekolah.

Mobil yang dikemudikan pria berinisial AI (34), warga Kalibaru, melaju menuju lapangan sekolah ketika para siswa sedang mengikuti kegiatan literasi pagi sebelum masuk kelas. Kendaraan baru berhenti setelah menghantam pagar besi pembatas sekolah.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sejumlah siswa tergeletak di lapangan dengan kondisi luka-luka usai tertabrak. Beberapa korban bahkan terlihat terseret dan terjebak di kolong mobil sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga dan pihak sekolah. Sopir sempat hampir menjadi sasaran amukan warga sebelum diamankan.

Berdasarkan laporan Kompas, pengemudi diketahui baru saja menggantikan sopir sebelumnya dan diduga kehilangan kendali saat memasuki area sekolah. Padahal, pagar sekolah dalam kondisi tertutup, namun mobil tetap menerobos hingga merobohkan pagar dan menghantam kerumunan siswa serta seorang guru.

21 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Akibat peristiwa tersebut, total 21 orang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis, termasuk satu orang guru. Para korban dievakuasi ke RSUD Cilincing dan RS Koja, dengan korban yang mengalami luka lebih serius dirujuk ke RS Koja.

Cedera yang dialami korban bervariasi, mulai dari memar di bagian kepala dan lengan, luka robek di kepala, hingga patah tulang lengan.

Gubernur Jakarta Pramono Anung langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal. Ia menegaskan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Hingga saat ini tercatat 21 korban. Lima orang dirawat di RS Koja—terdiri dari satu guru dan empat siswa—sementara enam lainnya dirawat di RSUD Cilincing. Saya sudah melihat langsung kondisi lima korban di RS Koja,” ujar Pramono.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

“Tidak ada korban meninggal,” tegas Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang.

(Fauzy)