Konflik Memanas, Kamboja Tarik Atlet SEA Games Thailand

Mancanegara, Olahraga4449 Dilihat
banner

JAKARTA, jejakdigitalindonesia – Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali meningkat setelah kedua negara saling menuduh melakukan serangan yang menargetkan warga sipil dalam bentrokan yang terjadi pada Rabu (10/12). Eskalasi konflik ini mendorong Kamboja menarik kontingen atletnya dari ajang SEA Games yang digelar di Thailand.

Situasi kian kompleks setelah mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesiapannya untuk kembali turun tangan guna menyelamatkan gencatan senjata yang sebelumnya ia mediasi pada Juli lalu.

Bentrokan bersenjata yang pecah sejak Senin tersebut terus memicu saling tuding antara Bangkok dan Phnom Penh. Hingga kini, kedua pihak masih berbeda pandangan terkait jalur diplomasi yang dapat ditempuh untuk meredakan konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Menteri Luar Negeri Thailand dalam wawancara pada Selasa menyebut tidak melihat peluang perundingan dalam waktu dekat. Ia menilai kondisi saat ini belum memungkinkan bagi mediasi pihak ketiga. Sebaliknya, penasihat utama Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyampaikan kepada Reuters bahwa Kamboja tetap terbuka untuk dialog.

“Kami siap berbicara kapan saja,” ujarnya.

Di tengah kebuntuan diplomasi, Trump dalam pidato kampanyenya di Pennsylvania pada Selasa malam mengklaim pernah menghentikan sejumlah konflik internasional, termasuk antara Pakistan dan India, serta Israel dan Iran. Ia kemudian menyinggung kembali konflik Thailand-Kamboja yang kembali memanas.

“Saya tidak suka mengatakan ini, tapi konflik Kamboja-Thailand mulai lagi hari ini. Besok saya harus menelepon. Siapa lagi yang bisa mengatakan akan melakukan panggilan telepon dan menghentikan perang antara dua negara kuat seperti Thailand dan Kamboja?” kata Trump.

Menanggapi pernyataan tersebut, juru bicara pemerintah Kamboja Pen Bona mengatakan sikap Phnom Penh tidak berubah, yakni mengutamakan perdamaian. Sementara itu, juru bicara pemerintah Thailand mengaku tidak mengetahui apakah Perdana Menteri Thailand telah berkomunikasi dengan Trump, mengingat yang bersangkutan tengah berada di parlemen.

Kamboja pada Rabu resmi menarik atlet-atletnya dari SEA Games di Thailand. Keputusan itu diambil dengan alasan keamanan serta kekhawatiran serius dari keluarga para atlet.

Di lapangan, militer Thailand menuding pasukan Kamboja menembakkan roket BM-21 yang mendarat di dekat Rumah Sakit Phanom Dong Rak di Distrik Surin pada Rabu pagi. Insiden tersebut memaksa pasien dan tenaga medis dievakuasi ke lokasi perlindungan. Militer Thailand juga menyebut penggunaan drone, roket BM-21, dan tank di sejumlah titik perbatasan, termasuk di sekitar kompleks Kuil Preah Vihear yang menjadi wilayah sengketa.

“Pasukan kami menghancurkan posisi anti-drone di selatan Chong Chom guna mendukung operasi pembersihan elemen Kamboja di area perkebunan mangga yang melintasi jalur operasi,” kata militer Thailand dalam pernyataan terbarunya.

Sebaliknya, militer Kamboja menuduh Thailand melancarkan serangan menggunakan artileri berat dan drone bersenjata di Provinsi Pursat. Kamboja juga menuding mortir Thailand menghantam permukiman warga di Provinsi Battambang, serta jet tempur F-16 Thailand memasuki wilayah udara Kamboja dan menjatuhkan bom di dekat kawasan sipil.

Trump sebelumnya memainkan peran penting dalam perundingan gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran selama lima hari pada Juli lalu, konflik terberat dalam sejarah modern hubungan kedua negara yang menewaskan sedikitnya 48 orang. Saat itu, Trump menggunakan isu perdagangan sebagai alat tawar dalam proses mediasi. Namun, Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menegaskan bahwa ancaman tarif tidak semestinya digunakan untuk menekan Bangkok agar bersedia berunding.

Ketegangan kembali meningkat bulan lalu setelah Thailand menangguhkan langkah deeskalasi yang disepakati dalam pertemuan Oktober yang turut dihadiri Trump. Penangguhan dilakukan usai seorang prajurit Thailand kehilangan anggota tubuh akibat ledakan ranjau yang dituding baru dipasang oleh Kamboja—tuduhan yang dibantah Phnom Penh.

Kedua negara menyatakan telah mengevakuasi ratusan ribu warga dari wilayah perbatasan. Hingga Selasa malam, Kementerian Pertahanan Kamboja mencatat sembilan warga sipil tewas dan 20 lainnya mengalami luka serius sejak Senin. Di pihak Thailand, pejabat setempat melaporkan empat tentara tewas dan 68 lainnya terluka.