Kondisi Korban Tertabrak Mobil MBG di Jakut Berangsur Membaik, Dua Anak Masih Dirawat Intensif

Pendidikan, Peristiwa3370 Dilihat
banner

JAKARTA, jejakdigitalindonesia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kondisi 21 siswa dan seorang guru yang menjadi korban kecelakaan mobil pengangkut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Utara kini berangsur pulih.

Pramono mengatakan, dirinya telah meninjau langsung kondisi para korban, baik yang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun yang telah diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan di rumah. Secara umum, perkembangan kesehatan para korban menunjukkan tren positif.

“Dari seluruh korban yang tertabrak, Alhamdulillah kondisinya semakin membaik,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu.

Meski demikian, ia mengungkapkan masih ada dua anak yang hingga saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Keduanya masih memerlukan penanganan medis lanjutan sesuai rekomendasi dokter, termasuk tindakan bedah.

Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertanggung jawab penuh terhadap seluruh biaya pengobatan dan perawatan para korban kecelakaan tersebut. Pemprov memastikan tidak ada beban biaya yang harus ditanggung oleh keluarga korban selama proses perawatan hingga pemulihan selesai.

“Seluruh biaya menjadi tanggungan Pemerintah DKI Jakarta,” tegasnya.

Selain menjamin pembiayaan, Pemprov DKI Jakarta juga akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para korban secara berkala. Koordinasi dengan pihak rumah sakit dilakukan secara intensif guna memastikan penanganan medis berjalan optimal sesuai kebutuhan masing-masing pasien.

Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen memberikan pendampingan kepada keluarga korban, baik dari aspek layanan kesehatan maupun kebutuhan lain selama masa pemulihan.

Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno menjelaskan bahwa kecelakaan mobil pengangkut makanan Program MBG yang menabrak sejumlah siswa dan seorang guru di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, terjadi akibat kelalaian pengemudi.

Ia menyebut kendaraan dalam kondisi layak jalan, namun pengemudi keliru menginjak pedal gas saat hendak melakukan pengereman sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan. Mobil sempat menabrak pagar sebelum akhirnya melaju dan menabrak para korban.

Pengemudi kemudian membelokkan kendaraan ke arah kiri karena di bagian depan dan kanan terdapat banyak orang.

(Fauzy)