Demo Panas di Pati: Keranda Mayat hingga Gas Air Mata Warnai Aksi

Nusantara880 Dilihat
banner

PATI, jejakdigitalindonesia.co.id – Ribuan warga Kabupaten Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar aksi demonstrasi besar di Alun-alun Pati dan depan Kantor Bupati pada Rabu (13/8/2025).

Mereka menuntut Bupati Sudewo lengser dari jabatannya, menyusul kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen yang dinilai memberatkan masyarakat.

Meskipun kebijakan tersebut telah dibatalkan, kekecewaan warga terhadap Bupati Sudewo justru semakin membesar. Aksi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini diwarnai orasi lantang dari atas truk tronton, spanduk protes, serta hiasan simbolis seperti keranda mayat yang dianggap mewakili “matinya” kepercayaan rakyat terhadap kepemimpinan saat ini.

Ketegangan di Lapangan

Sejak pagi, massa memenuhi area Alun-alun Pati. Suasana semakin panas ketika sejumlah peserta aksi mulai melempar botol air mineral, mendorong pagar, dan mencoba menerobos gerbang Kantor Bupati. Aparat keamanan merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Kericuhan pun tak terhindarkan, menyebabkan beberapa aparat dan warga terluka, bahkan dilaporkan adanya korban jiwa.

Persiapan dan Dukungan Massa

Sehari sebelum aksi, warga—khususnya para ibu—mendirikan posko donasi untuk mendukung logistik demonstrasi. Sumbangan berupa air mineral, makanan, dan perlengkapan lainnya disiapkan untuk memastikan aksi berjalan hingga sore hari.

Hingga aksi berakhir, tuntutan utama massa tetap sama: mendesak Bupati Sudewo mundur dari jabatan dan meminta pemerintah daerah menanggapi serius keresahan masyarakat.

 

 

 

Reporter : Suhardi