Bulog Siapkan Hingga 50 Ton Beras di Bandara dan Pelabuhan untuk Korban Bencana Sumatera

Daerah, Pemerintahan, Sosial1506 Dilihat
banner

JAKARTA, jejakdigitalindonesia.co.id – Perum Bulog menyiapkan stok beras hingga 50 ton di setiap bandara dan pelabuhan wilayah Sumatera, termasuk Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat terdampak bencana.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran Bulog di wilayah terdampak agar menyediakan stok beras siaga minimal 20 ton hingga 50 ton di setiap simpul transportasi udara dan laut.

“Kami sudah memerintahkan agar di seluruh bandara dan pelabuhan disiapkan stok beras Bulog antara 20 sampai 50 ton,” ujar Rizal saat meninjau stok beras di Bandara Halim Perdanakusuma, Minggu.

Menurut Rizal, kebijakan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak pengiriman bantuan ke wilayah-wilayah yang akses daratnya terputus akibat bencana banjir berkepanjangan, seperti Bener Meriah, Takengon, Agam, dan Tapanuli Tengah.

Dengan ketersediaan stok di bandara dan pelabuhan, bantuan pangan tidak perlu lagi dikirim dari gudang yang berjarak jauh. Hal ini memungkinkan distribusi dilakukan lebih cepat dan responsif sesuai kebutuhan darurat masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

Bulog memastikan stok siaga tersebut selalu tersedia setiap hari dengan batas minimal 20 ton, sehingga kebutuhan mendesak selama masa tanggap darurat dapat segera dipenuhi tanpa hambatan logistik yang berarti.

Rizal menyampaikan kebijakan siaga beras ini telah diterapkan sejak Kamis (11/12), setelah Bulog mencermati potensi lamanya masa tanggap darurat akibat kerusakan infrastruktur yang cukup masif di sejumlah wilayah terdampak.

Ia menambahkan, terputusnya banyak jalur darat membuat distribusi logistik melalui udara dan laut menjadi pilihan utama untuk menyalurkan bantuan pangan secara efektif.

Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan minyak goreng dan gula untuk mendukung operasional dapur umum sesuai kebutuhan pemerintah daerah setempat. Penyaluran logistik dilakukan sebagai respons cepat tanpa menunggu proses administratif yang panjang.

“Sebagai quick response, kami langsung menyalurkan beras, minyak, dan gula agar dapur umum bisa segera beroperasi dan melayani para pengungsi,” kata Rizal.

Bulog mencatat stok beras nasional saat ini mencapai 3,7 juta ton. Di wilayah Sumatera, ketersediaan beras masih mencukupi, dengan stok sekitar 79.000 ton di Aceh, 29.000 ton di Sumatera Utara, dan 7.000 ton di Sumatera Barat.

Untuk memperkuat cadangan, Bulog juga berencana menambah stok beras di Sumatera Barat sebanyak 20.000 hingga 30.000 ton guna menghadapi kebutuhan lanjutan penanganan bencana banjir dan longsor.

Rizal menegaskan distribusi logistik berjalan lancar berkat sinergi Bulog bersama TNI, Polri, BNPB, dan BPBD, meskipun tantangan utama masih berasal dari akses jalan yang terputus akibat bencana alam ekstrem.

“Hingga saat ini belum ada keluhan terkait logistik. Hal ini berkat kerja sama semua pihak dalam memastikan bantuan sampai ke wilayah yang membutuhkan,” ujarnya.

(Fauzy)