Tragedi Bus ALS di Padang Panjang: 12 Tewas, 23 Luka – Mabes Polri Lakukan Investigasi Mendalam

Daerah, Peristiwa1213 Dilihat
banner

PADANG PANJANG, jejakdigitalindonesia.co.id – Kepolisian Republik Indonesia terus menyelidiki penyebab kecelakaan tragis yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) bernomor polisi B 7512 FGA. Kecelakaan yang terjadi pada Selasa (6/5) di depan Terminal Bukit Surungan, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, diduga akibat rem blong. Insiden ini menewaskan 12 orang dan melukai 23 penumpang lainnya.

Mabes Polri turun langsung ke lokasi untuk mengawal proses investigasi. Tim kepolisian memeriksa kondisi fisik bus, mengumpulkan bukti di tempat kejadian, dan menjenguk para korban yang masih dirawat di RSUD Padang Panjang. Langkah ini menunjukkan komitmen aparat dalam mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Kasubdit Kecelakaan Ditgakkum Korlantas Mabes Polri, Kombes Pol Ruben Verry Takaendengan, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. Investigasi ini melibatkan tim gabungan dari Korlantas Polri, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kami masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Hasilnya akan kami sampaikan secara resmi,” ujar Kombes Ruben dalam keterangannya pada Rabu (7/6/2025).

Terkait kelayakan bus sebelum insiden, ia menyebutkan bahwa tim Polda Sumbar masih melakukan pemeriksaan menyeluruh. “Kami telah menyiapkan alat investigasi untuk mengidentifikasi faktor teknis maupun non-teknis yang berkontribusi terhadap kecelakaan ini,” jelasnya.

Melihat kondisi geografis Padang Panjang yang didominasi oleh jalan menurun dan menanjak, Kombes Ruben mengimbau pemerintah daerah untuk mempertimbangkan pembangunan jalur penyelamatan di titik-titik rawan. Ia juga menekankan pentingnya pengecekan rutin dan uji KIR berkala oleh perusahaan otobus (PO) demi keselamatan penumpang.

Setelah meninjau lokasi kejadian dan kondisi bus, rombongan Mabes Polri melanjutkan kunjungan ke RSUD Padang Panjang untuk melihat langsung kondisi para korban luka, termasuk seorang anak yang masih menjalani perawatan intensif.

Hingga kini, pihak kepolisian bersama instansi terkait terus mengumpulkan data dan bukti teknis guna memastikan pihak yang bertanggung jawab, serta merumuskan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.